Burnham sebagai perdana menteri baru langsung menunjukkan prioritasnya dengan janji mengakhiri rough sleeping di Inggris. Langkah ini menjadi sinyal awal tentang gaya kepemimpinan yang ingin ia bangun, lebih dekat dengan isu keseharian masyarakat.
Dalam pidato pertamanya, Burnham menekankan bahwa tidak ada alasan lagi bagi siapa pun untuk tidur di jalanan di negara maju seperti Inggris. Ia berencana mengintegrasikan berbagai program pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal sementara sekaligus dukungan jangka panjang bagi mereka yang terdampak.
Salah satu konteks penting di balik janji ini adalah kondisi ekonomi pasca-pandemi yang membuat angka tunawisma meningkat di beberapa kota besar. Banyak keluarga yang sebelumnya stabil kini kesulitan membayar sewa, sehingga rough sleeping bukan lagi masalah individu semata.
Selain itu, pendekatan Burnham berbeda dari pemerintahan sebelumnya yang cenderung fokus pada penegakan hukum. Ia lebih menekankan pencegahan melalui akses layanan kesehatan mental dan pelatihan kerja, yang diharapkan bisa mengurangi angka kambuh.
Masyarakat menyambut positif langkah ini karena dianggap lebih manusiawi. Namun tantangan utamanya tetap pada pendanaan dan koordinasi antar lembaga, yang akan menjadi ujian nyata bagi Burnham di bulan-bulan pertama menjabat.
Secara keseluruhan, pilihan kebijakan ini memperlihatkan Burnham ingin dikenal sebagai pemimpin yang peduli pada kelompok paling rentan, bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi semata.
